
⚠️SPOILER ALERT⚠️
#OnePiece1194 : ” SEGALA SESUATU TIDAK AKAN PERNAH SAMA”
Chapter ini hanya memiliki 13 Halaman.
Halaman sampul chapter kali ini menampilkan Seekor monyet memaksa Kurohige untuk menulis lagi di atas kertas menggunakan kuas, Kanji yang ditulis Kurohige artinya “Kegelapan”..
Chapter dimulai tepat dari chapter sebelumnya. Kita melihat luka Sommers sudah sepenuhnya pulih, sementara Zoro di belakang hanya berdiri dengan auranya.
Sommers berkata:
“H-hampir saja…!! Dia benar-benar mengincar jantungku…!! Tapi!! Dia tidak melapisinya dengan Haoshoku Haki…!!
Kenapa!?”
Sommers ketakutan dan berpikir:
“Dia jelas-jelas menggunakannya sebelumnya…!! Jangan-jangan orang ini… belum bisa mengendalikan ‘Haoshoku Haki’-nya!? Pantas saja bakat sebesar ini jadi sia-sia, dasar bodoh!! Tapi tunggu!! Dia tadi bisa menebas duri-duriku…!!!”
Zoro kembali menusuk Sommers, tetapi serangannya meleset dari jantung. Mata Sommers sampai melotot. Ia mulai berpikir apakah Zoro benar-benar memiliki Haoshoku Haki atau tidak. Hidung Sommers juga mulai berdarah.
Zoro berkata bahwa kalau Sommers masih merasa sakit, berarti dia masih hidup.
Zoro kemudian mencabut pedangnya, sementara Sommers melancarkan serangan berduri habis-habisan bernama “Iba Launcher” (terjemahannya mungkin masih belum pasti).
Zoro mengatakan bahwa ia tahu cara menghabisi Sommers.
Sommers mengatakan bahwa Zoro tidak bisa mengendalikan Haoshoku Haki-nya dan masih seperti seorang pemula yang sedang berlatih. Sommers pun semakin marah.
Sommers menyuruh Zoro untuk mencoba lagi di kehidupan berikutnya, lalu melancarkan serangan duri.
Zoro menggunakan teknik Santoryu bernama “Panther Koto” (nama/terjemahannya mungkin masih belum pasti).
Sommers berpikir bahwa ia harus menghabisi Zoro sebelum Zoro kembali mendapatkan serangan keberuntungan. Ia mulai menyadari bahwa Zoro adalah orang yang berbahaya.
Zoro menebas Sommers hingga tubuhnya terpotong-potong, tetapi Sommers kembali pulih.
Zoro kemudian menggunakan teknik Santoryu, dan Sommers membalas dengan serangan bernama “Diva Anger Sword Gram!”
Zoro berpikir:
“Bagaimana cara melapisi diri dengan itu…!? Bukankah itu yang digunakan Luffy untuk membuat banyak orang pingsan sekaligus?”
Zoro teringat bahwa hanya orang-orang yang memiliki kualitas sebagai Raja yang bisa memiliki kekuatan tersebut.
Zoro juga teringat perkataan Gaban:
“Kau pikir kau bisa mendukung seorang kapten kru Yonko seperti itu?”
Sommers kembali menyerang Zoro dengan teknik yang sama. Zoro membalas menggunakan teknik 1080 Pound Phoenix, dan kali ini serangannya dilapisi Haoshoku Haki.
Sommers ketakutan melihat Zoro melapisi serangannya dengan Haoshoku Haki. Bahkan para monster duri yang dipanggil Sommers ikut ketakutan.
Sommers menyuruh mereka untuk tidak takut dan mengatakan bahwa itu hanyalah kekuatan dari semangat Zoro.
Zoro menebas makhluk tersebut menjadi dua.
Sommers kembali terkejut dan ketakutan.
Sommers mulai panik karena serangan Zoro juga merusak kapal para raksasa yang mereka tumpangi. Kapal itu rencananya akan digunakan untuk membawa anak-anak yang mereka culik.
Sommers berkata bahwa jika kapal tersebut terus rusak, ia tidak akan bisa membawa anak-anak itu. Menurutnya, itu akan menjadi masalah besar.
Zoro kemudian teringat masa-masa latihannya bersama Mihawk.
Mihawk berkata:
“Dengarkan, Roronoa… Segala sesuatu di dunia ini akan berubah. Namun…”
Sementara itu, Zoro terus mencoba menebas Sommers. Ia menebas salah satu tangannya, kemudian tangan lainnya, lalu kakinya, bahkan kedua tangannya sekaligus.
Sommers sampai meminta Zoro untuk berhenti karena ia mulai lelah harus terus menumbuhkan kembali bagian tubuhnya.
Sommers mengatakan bahwa Haoshoku Haki bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh hanya dengan berlatih.
Sommers kemudian berkata:
“Memangnya kau pikir siapa yang kau jadikan sasaran latihan?”
Sommers kembali menyerang Zoro, tetapi Zoro dengan mudah menghindarinya.
Sommers menyuruh Zoro menyerah dan mengatakan bahwa Zoro tidak memiliki kualitas seorang raja.
Zoro kemudian menebas lengan Sommers hingga terputus. Terlihat kilatan petir hitam saat serangan tersebut mengenai Sommers.
Kali ini, tangan Sommers tidak tumbuh kembali.
Zoro menyadari hal tersebut dan berpikir bahwa ia bahkan tidak melakukan sesuatu yang berbeda.
Sommers ketakutan, tetapi berusaha tetap tenang.
Sommers bilang pada Zoro “Sepertinya kau memang tidak akan pernah bisa menggunakan Haoshoku Haki.”
Kemudian Sommers bilang bahwa tangannya mungkin akan segera pulih.
Sommers buru-buru mengambil tangannya yang terputus.
Zoro kemudian mengenakan bandananya sambil mengingat kembali perkataan Mihawk:
“Ada satu hal yang tidak akan pernah berubah. Ada satu jenis Haki yang tidak bisa kau peroleh melalui latihan. Ada satu hal yang dimiliki semua penakluk… sesuatu yang tidak pernah berubah.”
Perona kemudian nyeloteh:
“Seperti Jenggot?”
Mihawk menjawab:
“Ingat ini… Haoshoku Haki adalah sejauh mana ‘diri seseorang’ mampu membuat mereka yang lemah tak sanggup untuk tetap berdiri di hadapannya.”
Ketiga pedang Zoro kemudian mulai diselimuti api dan petir hitam, bahkan pedang yang berada di mulutnya juga.
Chapter ditutup dengan Ekspresi wajah Sommers terlihat sangat ketakutan dan penuh keringat.

Chapter berakhir disini, Minggu depan libur.
.












